Minggu, 29 Agustus 2010

Teruskan Semangat A.T Mahmud

"miris" melihat sekelompok anak menyanyikan lagu cinta yang notabenya dinyanyikan oleh orang dewasa di sebuah ajang lomba media televisi. Kadang, lagu anak pun sempat ditampilkan, tapi hanya sekedar formalitas untuk membuat image "lomba menyanyi anak". Selain dari segi lagu, segi penampilan pun tak pantas dipertunjukan oleh anak - anak. Dan lucunya, agar merubah image lagu dewasa menjadi anak - anak, tinggal merubah kata - kata yang berbau dewasa dengan kata - kata yang berbau anak - anak, seperti contoh cinta = sahabat, kekasih = ibu, dan masih banyak lagi.

Dalam satu hari, kita jarang melihat video klip anak - anak di saluran tv nasional. Ada, tapi sangat sedikit dibandingkan lagu - lagu orang dewasa. Di siang hari, dimana anak - anak pulang sekolah, media malah menyuguhkan acara - acara musik bergenre dewasa, bahkan di pagi hari sekalian. Jadi jangan sepenuhnya salahkan orang tua, media turut serta dalam bobroknya mental generasi muda ini. Media membuat anak dewasa sebelum waktunya. Media mayoritas menayangkan acara yang tidak mendidik demi rating untuk mendapatkan sponsor, tanpa memperdulikan dampak apa yang akan terjadi di masyarakat. Jangan heran, zaman sekarang melihat anak SD sudah main pacar - pacaran, dan berita yang paling parah, akhir - akhir ini kita dikejutkan dengan video porno yang dilakukan anak SMP.

Berbeda dengan beberapa dekade ke belakang. Ketika Sherina Munaf, Joshua Suherman, Cikhita Meidy, Gionani, Zaskia, Enno Lerian, Tasya, dan beberapa penyanyi cilik lainnya, menjadi bintang diantara anak - anak. Lagu - lagu yang dinyanyikan pun berpendidikan, masih ingat dengan lagu "mari menabung" yang dinyanyikan Giovani, Zaskia dan titik puspa? atau lagu "katanya" yang dinyanyikan oleh Trio Kwek Kwek?.

Berbicara tentang lagu anak, pasti sudah tidak asing dengan maestro yang satu ini. Masagus Abdullah Mahmud atau dikenal dengan A.T Mahmud. Seorang maestro pencipta lagu anak anak yang lahir pada tanggal 3 Februari 1930 di palembang ini, mempopulerkan lagu anak - anak di Indonesia. Tahun 1969, A.T Mahmud berjuang mempublikasikan lagu anak ciptaannya melalui beberapa media, awalnya melalui media RRI (Radio Republik Indonesia) dan merambah ke dunia pertelevisian melalui acara Ayo Bernyanyi di TVRI pada tahun 1969. Acara Ayo Bernyanyi berlangsung selama 20 tahun secara kesinambungan. Akhirnya diakhiri dengan acara yang dibawakan oleh artis saat itu, tapi tidak bertahan lama.

Sempat lagu anak - anak yang ada di pasaran, berbeda dengan lagu yang diciptakan oleh A.T Mahmud, dan agak lain. Adanya rasa rindu akan lagu - lagu ciptaan A.T Mahmud, Bu Sud, dan Pak Kasur, membuat label musik Sony Music ingin memunculkan kembali lagu - lagu anak. Maka pada tahun 2000, Sony Music membuat album dengan penyanyi cilik Shafa Tasya Kamila (Tasya) membawakan 15 lagu pilihan ciptaan A.T Mahmud. Dan dari situ nama Tasya Si Gembala Sapi, melejit menjadi bintang penyanyi cilik di Indonesia.

A.T Mahmud meninggal pada hari Selasa, 6 Juli 2010, pukul 12.00 wib, wafat dalam usia 80 tahun di Jakarta. Kepergian beliau menyisakan perih yang mendalam, sosok yang memperjuangkan hak anak indonesia. Kita tidak akan bisa melihat beliau lagi, tapi kita hanya bisa mendengarkan karya - karya beliau. Kepergian beliau menandai hilangnya kepolosan anak - anak, dan bobroknya mental generasi yang akan datang. Seharusnya, kita bisa meneruskan semangat A.T Mahmud, membangun mental generasi baru yang positif.

Read More

Rabu, 07 Juli 2010

surat kaleng : perbedaan mahasiswa orde lama dan baru

"wan, apa bedanya mahasiswa zaman dulu sama sekarang??"
"mmhh, beda umur!"
"nya he'eh lah!!" (ya iyalah)
"hmm.. bingung.. emang apaan??"
"kalo mahasiswa zaman dulu, experience nya udah kadaluwarsa, kalo mahasiswa zaman sekarang, experience nya masih baru!"
"ketawa jangan?? garing maneh!!!

post ini terinspirasi dari tebak tebakan garing teman saya. Tapi bener juga, gak pernah terlintas di otak pertanyaan bedanya mahasiswa zaman dulu sama sekarang. Sy cari di google.com, bingung, terlalu banyak jawaban. Eh, malah jawabannya sy nemu pas di kamar mandi. Jawaban itu sih ga pasti bener juga, cuman iseng iseng otak sy doang dulu liat buku sejarah sama liat realitas yang ada di sekeliling saya.

tapi ini jawaban bukan maksud menyindir, menyepet ya. Dan ini jawaban juga belum tentu bener, cuman mayoritas mahasiswa yang saya lihat seperti ini, dan mungkin sy pun seperti ini.

ya sudahlah (kata bondan prakoso), dari pada baca sy berpantat lebar, eh.. maksudnya berpanjang lebar, cek dis ot aja hasil penerawangan sy .. mudah mudahan bisa diambil pembelajarannya, sy juga masih banyak belajar, jadi mari kita belajar bersama sama .

regrad .
x)

-----------------------------------------------------------------------

Perbedaan Mahasiswa Zaman Orde Lama dan Zaman Orde Baru
oleh : Ridwan Achmad Darmawan




ini gambaran hasil sy, pake tangan terus di scan di edit pake photosop, paint, sama corel draw X3. Kata sy sih, ga bagus bagus amat ni gambar (jelek malah), tp ya lumayanLAH (capslock kepencet) hasil dari mahasiswa yang ga ada latar belakang seni rupa.

*keterangan
Mahasiswa Zaman Orde Lama

sekilas ini gambar mirip petani bawa cangkul (hahaha). Maklumlah, sy bukan mahasiswa seni rupa jadi masih amatiran gambarnya.
Sebenernya, sy juga gak tau mahasiswa zaman dulu kayak gimana. Tapi kalo diliat di buku buku sejarah anak sekolahan, mahasiswa zaman dulu keliatan intelek, berwawasan, bertanggung jawab, bersifat nasionalisme, dan punya kekuasaan, bahkan bisa ngegulingin pemerintahan. Gak tau banget gimana detailnya mahasiswa zaman dulu, jadi kalo ada mahasiswa zaman dulu yang baca ini post, dan ngerasa gak sesuai, mohon maaf sebelumnya .

1. Jas almamater warnanya udah luntur, gara gara terus terusan kena sengatan matahari waktu demonstrasi, atau gak dipake terus terusan lantaran stok baju bersih udah abis.
2. Bendera merah putih, dibawa bawa waktu demo, nunjukin rasa nasionalisme untuk kebangkitan bangsa ataupun jadi senjata dadakan buat nyerang satpol pp waktu demonstrasi.
3. Celana jeans murah bolong tapi gak sengaja di bolongin, gara - gara sering dipake (celana jeans murah bermerek satu satunya).
4. pengeras suara, buat apa lagi coba?? buat menyuarakan suara rakyat akan ketidak adilan kebijakan dan kinerja pemerintahan.
5. mulut kering ga ada bagus bagusnya buat diliat, tapi suara yang dikeluarkan berbobot, berisi, dan berintelektual tinggi.
6. Rambut kriting, bukan gaya gayaan. Tapi kalo potong rambut, mebgurangi jatah makan sehari.
7. Perut kering kurus, sama item. Penyebab : jarang makan dan terus terusan kena matahari jadi item (gak pake sunblok tje fuk)
8. Sandal japit dadakan, gara gara sepatunya lepas diuber satpol pp waktu demonstrasi.

ya, intinya dari sudut pandang saya. Mahasiswa zaman dulu tuh berintelektual, berbobot, rasa nasionalismenya tinggi, dan sederhana (apa adanya).

Mahasiswa Zaman Orde Baru

Mahasiswa zaman orde baru?? Sy termasuk kayaknya, tapi untuk mahasiswa kelas menengah ke bawah. Kalo di gambar itu keliatan mahasiswa kelas menengah ke atas, tapi entah hasil usaha sendiri atau hasil morotin uang orang tua.

1. Rambut klimis di belah dua (sarat B4*) campuran minyak rambut yang modelnya kristian sugiono. Biar keren kayak ariel peterpan nanti banyak cewe cewe yang nguber, ga kayak mahasiswa orde lama yang nguber ngubernya satpol PP.
2. Mulut terlihat indah dan memesona. Dihiasi behel berwarna warni padahal giginya udah rapi (gaya gaya'an doang). Mulut yang indah tak menjamin isi yang dikeluarkan berbobot.
3. Jas almamater udah lama tapi masih keliatan baru. Dipake kalo ada acara di kampus buat yang aktif, kalo yang gak aktif, dipake 1 kali waktu sidang selama menjadi mahasiswa. Atau sering dipake, biar keliatan intelek.
4. BB (sarat B4*). Dipake waktu dosen lagi nerangin, dari pada bosen ngedengerin dosen mending BBMan sama temen temen, atau gak masang status facebook "huft, ini dosen ngebosenin dech". Lalu nunggu komen dr temen - temen.
5. Roko Blek Mentos (sarat B4*).
6. Laptop. Bukan buat ngerjain tugas, tapi mengirit iuran internet pake WiFi sekedar buat FB'an, maen zynga poker, viwawa.com (untung sy maennya di komputer bukan di laptop), atau nyari video porno ari*l konterpen.
7. Baju dari outlet terkenal. Label harganya belum dilepas, biar keliatan bajunya mahal.
8. Sepatu merek terkenal dong, asli gituh loh. bukan KW'an kayak di internet - internet.
9. Kulit putih ogah kena cahaya matahari ntar ribet harus pake sanblok lg.
10. Celana jeans Kalpin Kein, inget!! ini ASELI!! bukan KW'an!!(kayak di internet - internet).

ya, realita yang terlihat sekarang. Lebih banyak mahasiswa ngehabisin waktunya di mall mall dr pada panas panasan demonstrasi di gedung DPR. Liat aja, waktu demo kinerja 100 Hari SBY, sedikit jumlahnya cuman perwakilan mahasiswa doang. Beda banget waktu, demonstrasi zaman soeharto. Mahasiswa sekarang lebih suka gosip video porno aril konterpen (sy juga sih.. hehehe), dari pada berita Satpol PP mau dikasih senjata api.

------------------------------------------------------

kayaknya saya bukan termasuk mahasiswa zaman orde lama, tapi nggak terlalu termasuk mahasiswa orde baru. Mohon maaf ya sekali lg buat yang kesindir, wong yang buatnya juga tersindir.. hahaha

regrad . x)
Read More

Jumat, 02 Juli 2010

surat undangan untuk tukang pos (cerpen)

coba - coba nulis cerpen, insipirasinya dr FTV di SCTV yg judulnya Asmara Tukang Pos (tgl 1 Juli 2010). Tp ceritanya beda, ya latar belakangnya aja sama. Maaf kalo jelek, masih pemula buat nulis. hehehe

-------------------------------------------------

SURAT UNDANGAN untuk TUKANG POS
oleh : Ridwan Achmad

Sudah 3 kali dalam bulan ini Irwan menyampaikan paket ke rumah Ratih. Irwan sama sekali tidak keberatan bulak balik rumah Ratih untuk menyampaikan paket ke rumah Ratih. Selain tugas Irwan sebagai tukang pos, Irwan menyimpan hati pada gadis yang sudah dikenalnya dari SMA tetapi Irwan tidak berani menyatakan perasaannya pada Ratih. Padahal Ratih memiliki perasaan yang sama kepada Irwan. Paket yang Irwan sampaikan pada Ratih, adalah paket yang Ratih kirimkan pada dirinya sendiri. Itu adalah bentuk usaha Ratih agar bisa terus bertemu Irwan. Bukan kali itu saja Ratih mengirimkan paket untuk dirinya sendiri, dia sudah melakukan hal itu bertahun tahun.

dan mungkin, paket ini adalah paket terakhir yang Irwan sampaikan pada Ratih.

tuk.. tuk.. tukk bunyi suara pintu rumah Ratih diketuk Irwan. Dan beberapa saat kemudian pintu dibuka oleh gadis berambut panjang dan memakai kaos putih serta celana jeans pendek.
"assalamualaikum.." salam Irwan
"walaikumsalam, eh irwan.. pasti ada paket buat aku lagi.." seru Ratih
"betul sekali tih, ini paketnya.." sambil memberikan bungkusan paket berwarna coklat.
"ohh.. makasih wan"
"sama sama"
"mau nganterin surat lg ya wan??" tanya Ratih
"iya nih, masih ada 4 surat sama 2 paket lagi" jawab Irwan
"mau mampir dulu wan, sebentar aja, minum teh sekalian istirahat" pinta Ratih dibarengi senyum yang terkembang di muka Ratih.
"aduh, maaf banget tih, lain kali aja ya, keburu malem buat nganterin surat, mana alamatnya jauh jauh lg" jelas Irwan.
"ohh.. ya udh kalo gitu, lain kali aja" terlihat raut kekecewaan Ratih, mendengar jawaban Irwan.
"iya, maaf banget ya, tih, aku pamit pergi ya, mau nganterin surat yg lain, makasih ya tih buat tawarannya"
"iya wan, sama sama, ati ati di jalan ya."
"iya, makasih tih, assalamualikum.."
"walaikum sallam.."

belum beberapa langkah meninggalkan rumah Ratih.

"Irwann!" teriak Ratih
"ya??" sambil membalikan muka.
"makasih ya!!"
"iya" sambil tersenyum dan meninggalkan rumah Ratih.

hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun. Irwan terus menunggu paket yang dikirimkan untuk Ratih, tetapi tidak ada sama sekali. Sudah 1 tahun 3 bulan, Irwan masih menyimpan perasaannya pada Ratih dan tidak berani menyatakannya pada Ratih. Irwan pun tidak tahu sama sekali kabar Ratih.

dan suatu saat.
Ketika Irwan sedang mencari paket untuk disampaikan pada Ratih. Tetapi dia malah menemukan amplop untuk dirinya sendiri. Lalu dia membuka amplop secara perlahan dan mengeluarkan isinya. Isi dari amplop secarik kertas berwarna merah dengan hiasan di kertas itu. Ketika Irwan membaca isinya, tangis Irwan tak tertahankan, dia menyesali mengapa dia tidak berani menyatakan perasaannya dan sekarang sudah telat untuk menyatakannya.

---------------------------

maaf ya kalo jelek, dan ngerasa buang buang waktu .
masih pemula soalnya, dan sy akan terus belajar .

terima kasih . x)
Read More

Selasa, 29 Juni 2010

cita - cita .

ci·ta-ci·ta n 1 keinginan (kehendak)
ber·ci·ta-ci·ta v 1 berkeinginan sungguh-sungguh
men·ci·ta-ci·ta·kan v 1 menginginkan (menghendaki) dng sungguh-sungguh

sumber : KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
Semua orang pasti punya cita - cita, Susan-nya Ria enes aja yang notabenya Boneka punya cita - cita (bukti Susan punya cita cita : http://www.4shared.com/audio/qFfAZ4Zi/Suzan__Kak_Ria_Enes_-_Suzan_Pu.html ).

Ada yang bilang, manusia tanpa cita - cita bisa mati, yang masuk akal manusia tanpa makan bisa mati. Tapi bener juga ya, kalo kita ga punya cita cita mau ngapain juga hidup. Hidup tanpa cita cita kalo kata Inul tuh bagai sayur kurang garam.


Waktu SD, guru kita pernah nyuruh kita mengarang cita cita (bener kan??), mungkin cita-cita harus ditanam dari kecil, biar hidup kita ada tujuannya. Cita cita bisa berubah sepanjang waktu, yang dulu pengen jadi dokter, tapi sekarang jadi mahasiswa hukum, yg dulunya mau jadi insyinyur sekarang jadi mahasiswa sastra.

"baik anak anak, kalian dirumah mengarang cita cita kalian" seru seorang ibu ibu berpakaian dinas, dan sy sering menyebutnya itu Guru.

ke'esokan harinya di kelas.

"baik, kalian seorang seorang maju ke depan, dan baca hasil karangan kalian.

"cita cita saya ingin masuk ITB bu, biar bisa jadi Duta besar sama seperti nama saya, DUTA Patria"
Cendra Duta Patria (mahasiswa Universitas Padjadjaran jurusan Hukum)

"kalo saya ingin jadi Sopir Bis Damri bu, sebab gaya pake dasi!"
Nurjaman Gunadi Putra (mahasiswa Universitas Padjadjaran jurusan Pertanian)

"cita cita saya ingin jadi kernet angkot bu, soalnya megang uang terus!!"
Aditya Maulana Widjadja (mahasiswa Universitas Parhyangan jurusan Management)

"saya ingin jadi Rano Karno bu, soalnya saya sekeluarga suka Si Doel Anak Sekelohan terus papah saya punya kumis macan kayak rano karno"
Johannes Julo Panjaitan (Aktivis Lingkungan Hidup di Bandung)

"Pengen jadi astronot, biar bisa ketemu alien"
Arie Aulia Nugraha (mahasiswa Institute Teknologi Telkom jurusan Ilmu Informatika)

"Jadi wartawan, biar bisa jalan jalan gratis"
Hibatulwafi Sofyan (mahasiswa Institute Teknologi Bandung jurusan Tehnik Sipil)

"cita cita saya jadi Insinyur, biar bisa bikin jembatan Jatinangor - Jepang"

Arbhi Faturahman (mahasiswa Universitas Padjadjaran jurusan Pertanian"

"pengen jadi Insinyur, soalnya kerenn!!"
Dani Nugraha (mahasiswa Universitas Padjadjaran jurusan Hukum)

"aku kepingin pinter, biar jadi dokter.. mau suntik orang lewat, juss.. jusss.. jusss.."
Susan (bonekanya Ria Enes)

"aku kepingin jujur, biar jadi insinyur.. mau bangun gedung bertingkat jadi, konglomerot.."
Susan *lg* (bonekanya Ria Enes)

"cita citakuuu.. uu.. uu.. ingin menjadi Pilot, bikin pesawat terbang, seperti Pa Habibi"
Joshua Suherman (penyanyi cilik)

sy bingung waktu nanya ini ke orang - orang. orang malah balik nanya, cita - cita kamu ingin jadi apa?? Jujur aja, saya orang yang gak punya cita cita dari SD, biarkan hidup mengalir seperti air (take a flow kalo sy bilang, lalu diketawain sama temen temen kampus).

saya terbiasa untuk bermimpi tidak terlalu tinggi, waktu SD saya hanya ingin masuk SMP, waktu SMP saya hanya ingin masuk SMA, waktu SMA saya hanya ingin lulus dan menjadi mahasiswa. Dan Alhamdulillahnya semua tercapai.
Mungkin banyak orang berpikir, "apaan, mimpi kok rendah gitu". Bayangin aja kalo yang mimpi pengen jadi anak sekolahan itu anak jalanan. Jangankan mimpi buat sekolah, yang ada mimpi besok masih bisa makan."
bagi sy, "mimpilah setinggi langit" itu kata mutiara pembodohan kalo ga ada yg namanya usaha sama realitas lingkungan. bagi sy "mimpilah setinggi langit kamar". melebihi apa yg di cita citakan itu akan terasa indah dari pada jatuh dari yang di cita citakan.
Bermimpi rendah bukan hal yang salah. Mimpi rendah dulu, kalo udah kesampaian buat mimpi lg, lama lama juga mimpi itu akan terlihat tinggi. lagian ga ada yang ngelarang punya banyak mimpi dan bertahap.

"lebih menyenangkan realitas diatas mimpi, dr pada mimpi diatas realitas"
-ridwan achmad-



Read More
design by : PT POS Indonesia (tapi bohong)