ci·ta-ci·ta n 1 keinginan (kehendak)Semua orang pasti punya cita - cita, Susan-nya Ria enes aja yang notabenya Boneka punya cita - cita (bukti Susan punya cita cita : http://www.4shared.com/audio/qFfAZ4Zi/Suzan__Kak_Ria_Enes_-_Suzan_Pu.html ).
ber·ci·ta-ci·ta v 1 berkeinginan sungguh-sungguh
men·ci·ta-ci·ta·kan v 1 menginginkan (menghendaki) dng sungguh-sungguh
sumber : KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
Ada yang bilang, manusia tanpa cita - cita bisa mati, yang masuk akal manusia tanpa makan bisa mati. Tapi bener juga ya, kalo kita ga punya cita cita mau ngapain juga hidup. Hidup tanpa cita cita kalo kata Inul tuh bagai sayur kurang garam.

Waktu SD, guru kita pernah nyuruh kita mengarang cita cita (bener kan??), mungkin cita-cita harus ditanam dari kecil, biar hidup kita ada tujuannya. Cita cita bisa berubah sepanjang waktu, yang dulu pengen jadi dokter, tapi sekarang jadi mahasiswa hukum, yg dulunya mau jadi insyinyur sekarang jadi mahasiswa sastra.
"baik anak anak, kalian dirumah mengarang cita cita kalian" seru seorang ibu ibu berpakaian dinas, dan sy sering menyebutnya itu Guru.sy bingung waktu nanya ini ke orang - orang. orang malah balik nanya, cita - cita kamu ingin jadi apa?? Jujur aja, saya orang yang gak punya cita cita dari SD, biarkan hidup mengalir seperti air (take a flow kalo sy bilang, lalu diketawain sama temen temen kampus).
ke'esokan harinya di kelas.
"baik, kalian seorang seorang maju ke depan, dan baca hasil karangan kalian.
"cita cita saya ingin masuk ITB bu, biar bisa jadi Duta besar sama seperti nama saya, DUTA Patria"
Cendra Duta Patria (mahasiswa Universitas Padjadjaran jurusan Hukum)
"kalo saya ingin jadi Sopir Bis Damri bu, sebab gaya pake dasi!"
Nurjaman Gunadi Putra (mahasiswa Universitas Padjadjaran jurusan Pertanian)
"cita cita saya ingin jadi kernet angkot bu, soalnya megang uang terus!!"
Aditya Maulana Widjadja (mahasiswa Universitas Parhyangan jurusan Management)
"saya ingin jadi Rano Karno bu, soalnya saya sekeluarga suka Si Doel Anak Sekelohan terus papah saya punya kumis macan kayak rano karno"
Johannes Julo Panjaitan (Aktivis Lingkungan Hidup di Bandung)
"Pengen jadi astronot, biar bisa ketemu alien"
Arie Aulia Nugraha (mahasiswa Institute Teknologi Telkom jurusan Ilmu Informatika)
"Jadi wartawan, biar bisa jalan jalan gratis"
Hibatulwafi Sofyan (mahasiswa Institute Teknologi Bandung jurusan Tehnik Sipil)
"cita cita saya jadi Insinyur, biar bisa bikin jembatan Jatinangor - Jepang"
Arbhi Faturahman (mahasiswa Universitas Padjadjaran jurusan Pertanian"
"pengen jadi Insinyur, soalnya kerenn!!"
Dani Nugraha (mahasiswa Universitas Padjadjaran jurusan Hukum)
"aku kepingin pinter, biar jadi dokter.. mau suntik orang lewat, juss.. jusss.. jusss.."
Susan (bonekanya Ria Enes)
"aku kepingin jujur, biar jadi insinyur.. mau bangun gedung bertingkat jadi, konglomerot.."
Susan *lg* (bonekanya Ria Enes)
"cita citakuuu.. uu.. uu.. ingin menjadi Pilot, bikin pesawat terbang, seperti Pa Habibi"
Joshua Suherman (penyanyi cilik)
saya terbiasa untuk bermimpi tidak terlalu tinggi, waktu SD saya hanya ingin masuk SMP, waktu SMP saya hanya ingin masuk SMA, waktu SMA saya hanya ingin lulus dan menjadi mahasiswa. Dan Alhamdulillahnya semua tercapai.
Mungkin banyak orang berpikir, "apaan, mimpi kok rendah gitu". Bayangin aja kalo yang mimpi pengen jadi anak sekolahan itu anak jalanan. Jangankan mimpi buat sekolah, yang ada mimpi besok masih bisa makan."
bagi sy, "mimpilah setinggi langit" itu kata mutiara pembodohan kalo ga ada yg namanya usaha sama realitas lingkungan. bagi sy "mimpilah setinggi langit kamar". melebihi apa yg di cita citakan itu akan terasa indah dari pada jatuh dari yang di cita citakan.
Bermimpi rendah bukan hal yang salah. Mimpi rendah dulu, kalo udah kesampaian buat mimpi lg, lama lama juga mimpi itu akan terlihat tinggi. lagian ga ada yang ngelarang punya banyak mimpi dan bertahap.
"lebih menyenangkan realitas diatas mimpi, dr pada mimpi diatas realitas"
-ridwan achmad-
0 komentar:
Posting Komentar