Rabu, 07 Juli 2010

surat kaleng : perbedaan mahasiswa orde lama dan baru

"wan, apa bedanya mahasiswa zaman dulu sama sekarang??"
"mmhh, beda umur!"
"nya he'eh lah!!" (ya iyalah)
"hmm.. bingung.. emang apaan??"
"kalo mahasiswa zaman dulu, experience nya udah kadaluwarsa, kalo mahasiswa zaman sekarang, experience nya masih baru!"
"ketawa jangan?? garing maneh!!!

post ini terinspirasi dari tebak tebakan garing teman saya. Tapi bener juga, gak pernah terlintas di otak pertanyaan bedanya mahasiswa zaman dulu sama sekarang. Sy cari di google.com, bingung, terlalu banyak jawaban. Eh, malah jawabannya sy nemu pas di kamar mandi. Jawaban itu sih ga pasti bener juga, cuman iseng iseng otak sy doang dulu liat buku sejarah sama liat realitas yang ada di sekeliling saya.

tapi ini jawaban bukan maksud menyindir, menyepet ya. Dan ini jawaban juga belum tentu bener, cuman mayoritas mahasiswa yang saya lihat seperti ini, dan mungkin sy pun seperti ini.

ya sudahlah (kata bondan prakoso), dari pada baca sy berpantat lebar, eh.. maksudnya berpanjang lebar, cek dis ot aja hasil penerawangan sy .. mudah mudahan bisa diambil pembelajarannya, sy juga masih banyak belajar, jadi mari kita belajar bersama sama .

regrad .
x)

-----------------------------------------------------------------------

Perbedaan Mahasiswa Zaman Orde Lama dan Zaman Orde Baru
oleh : Ridwan Achmad Darmawan




ini gambaran hasil sy, pake tangan terus di scan di edit pake photosop, paint, sama corel draw X3. Kata sy sih, ga bagus bagus amat ni gambar (jelek malah), tp ya lumayanLAH (capslock kepencet) hasil dari mahasiswa yang ga ada latar belakang seni rupa.

*keterangan
Mahasiswa Zaman Orde Lama

sekilas ini gambar mirip petani bawa cangkul (hahaha). Maklumlah, sy bukan mahasiswa seni rupa jadi masih amatiran gambarnya.
Sebenernya, sy juga gak tau mahasiswa zaman dulu kayak gimana. Tapi kalo diliat di buku buku sejarah anak sekolahan, mahasiswa zaman dulu keliatan intelek, berwawasan, bertanggung jawab, bersifat nasionalisme, dan punya kekuasaan, bahkan bisa ngegulingin pemerintahan. Gak tau banget gimana detailnya mahasiswa zaman dulu, jadi kalo ada mahasiswa zaman dulu yang baca ini post, dan ngerasa gak sesuai, mohon maaf sebelumnya .

1. Jas almamater warnanya udah luntur, gara gara terus terusan kena sengatan matahari waktu demonstrasi, atau gak dipake terus terusan lantaran stok baju bersih udah abis.
2. Bendera merah putih, dibawa bawa waktu demo, nunjukin rasa nasionalisme untuk kebangkitan bangsa ataupun jadi senjata dadakan buat nyerang satpol pp waktu demonstrasi.
3. Celana jeans murah bolong tapi gak sengaja di bolongin, gara - gara sering dipake (celana jeans murah bermerek satu satunya).
4. pengeras suara, buat apa lagi coba?? buat menyuarakan suara rakyat akan ketidak adilan kebijakan dan kinerja pemerintahan.
5. mulut kering ga ada bagus bagusnya buat diliat, tapi suara yang dikeluarkan berbobot, berisi, dan berintelektual tinggi.
6. Rambut kriting, bukan gaya gayaan. Tapi kalo potong rambut, mebgurangi jatah makan sehari.
7. Perut kering kurus, sama item. Penyebab : jarang makan dan terus terusan kena matahari jadi item (gak pake sunblok tje fuk)
8. Sandal japit dadakan, gara gara sepatunya lepas diuber satpol pp waktu demonstrasi.

ya, intinya dari sudut pandang saya. Mahasiswa zaman dulu tuh berintelektual, berbobot, rasa nasionalismenya tinggi, dan sederhana (apa adanya).

Mahasiswa Zaman Orde Baru

Mahasiswa zaman orde baru?? Sy termasuk kayaknya, tapi untuk mahasiswa kelas menengah ke bawah. Kalo di gambar itu keliatan mahasiswa kelas menengah ke atas, tapi entah hasil usaha sendiri atau hasil morotin uang orang tua.

1. Rambut klimis di belah dua (sarat B4*) campuran minyak rambut yang modelnya kristian sugiono. Biar keren kayak ariel peterpan nanti banyak cewe cewe yang nguber, ga kayak mahasiswa orde lama yang nguber ngubernya satpol PP.
2. Mulut terlihat indah dan memesona. Dihiasi behel berwarna warni padahal giginya udah rapi (gaya gaya'an doang). Mulut yang indah tak menjamin isi yang dikeluarkan berbobot.
3. Jas almamater udah lama tapi masih keliatan baru. Dipake kalo ada acara di kampus buat yang aktif, kalo yang gak aktif, dipake 1 kali waktu sidang selama menjadi mahasiswa. Atau sering dipake, biar keliatan intelek.
4. BB (sarat B4*). Dipake waktu dosen lagi nerangin, dari pada bosen ngedengerin dosen mending BBMan sama temen temen, atau gak masang status facebook "huft, ini dosen ngebosenin dech". Lalu nunggu komen dr temen - temen.
5. Roko Blek Mentos (sarat B4*).
6. Laptop. Bukan buat ngerjain tugas, tapi mengirit iuran internet pake WiFi sekedar buat FB'an, maen zynga poker, viwawa.com (untung sy maennya di komputer bukan di laptop), atau nyari video porno ari*l konterpen.
7. Baju dari outlet terkenal. Label harganya belum dilepas, biar keliatan bajunya mahal.
8. Sepatu merek terkenal dong, asli gituh loh. bukan KW'an kayak di internet - internet.
9. Kulit putih ogah kena cahaya matahari ntar ribet harus pake sanblok lg.
10. Celana jeans Kalpin Kein, inget!! ini ASELI!! bukan KW'an!!(kayak di internet - internet).

ya, realita yang terlihat sekarang. Lebih banyak mahasiswa ngehabisin waktunya di mall mall dr pada panas panasan demonstrasi di gedung DPR. Liat aja, waktu demo kinerja 100 Hari SBY, sedikit jumlahnya cuman perwakilan mahasiswa doang. Beda banget waktu, demonstrasi zaman soeharto. Mahasiswa sekarang lebih suka gosip video porno aril konterpen (sy juga sih.. hehehe), dari pada berita Satpol PP mau dikasih senjata api.

------------------------------------------------------

kayaknya saya bukan termasuk mahasiswa zaman orde lama, tapi nggak terlalu termasuk mahasiswa orde baru. Mohon maaf ya sekali lg buat yang kesindir, wong yang buatnya juga tersindir.. hahaha

regrad . x)
Read More

Jumat, 02 Juli 2010

surat undangan untuk tukang pos (cerpen)

coba - coba nulis cerpen, insipirasinya dr FTV di SCTV yg judulnya Asmara Tukang Pos (tgl 1 Juli 2010). Tp ceritanya beda, ya latar belakangnya aja sama. Maaf kalo jelek, masih pemula buat nulis. hehehe

-------------------------------------------------

SURAT UNDANGAN untuk TUKANG POS
oleh : Ridwan Achmad

Sudah 3 kali dalam bulan ini Irwan menyampaikan paket ke rumah Ratih. Irwan sama sekali tidak keberatan bulak balik rumah Ratih untuk menyampaikan paket ke rumah Ratih. Selain tugas Irwan sebagai tukang pos, Irwan menyimpan hati pada gadis yang sudah dikenalnya dari SMA tetapi Irwan tidak berani menyatakan perasaannya pada Ratih. Padahal Ratih memiliki perasaan yang sama kepada Irwan. Paket yang Irwan sampaikan pada Ratih, adalah paket yang Ratih kirimkan pada dirinya sendiri. Itu adalah bentuk usaha Ratih agar bisa terus bertemu Irwan. Bukan kali itu saja Ratih mengirimkan paket untuk dirinya sendiri, dia sudah melakukan hal itu bertahun tahun.

dan mungkin, paket ini adalah paket terakhir yang Irwan sampaikan pada Ratih.

tuk.. tuk.. tukk bunyi suara pintu rumah Ratih diketuk Irwan. Dan beberapa saat kemudian pintu dibuka oleh gadis berambut panjang dan memakai kaos putih serta celana jeans pendek.
"assalamualaikum.." salam Irwan
"walaikumsalam, eh irwan.. pasti ada paket buat aku lagi.." seru Ratih
"betul sekali tih, ini paketnya.." sambil memberikan bungkusan paket berwarna coklat.
"ohh.. makasih wan"
"sama sama"
"mau nganterin surat lg ya wan??" tanya Ratih
"iya nih, masih ada 4 surat sama 2 paket lagi" jawab Irwan
"mau mampir dulu wan, sebentar aja, minum teh sekalian istirahat" pinta Ratih dibarengi senyum yang terkembang di muka Ratih.
"aduh, maaf banget tih, lain kali aja ya, keburu malem buat nganterin surat, mana alamatnya jauh jauh lg" jelas Irwan.
"ohh.. ya udh kalo gitu, lain kali aja" terlihat raut kekecewaan Ratih, mendengar jawaban Irwan.
"iya, maaf banget ya, tih, aku pamit pergi ya, mau nganterin surat yg lain, makasih ya tih buat tawarannya"
"iya wan, sama sama, ati ati di jalan ya."
"iya, makasih tih, assalamualikum.."
"walaikum sallam.."

belum beberapa langkah meninggalkan rumah Ratih.

"Irwann!" teriak Ratih
"ya??" sambil membalikan muka.
"makasih ya!!"
"iya" sambil tersenyum dan meninggalkan rumah Ratih.

hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun. Irwan terus menunggu paket yang dikirimkan untuk Ratih, tetapi tidak ada sama sekali. Sudah 1 tahun 3 bulan, Irwan masih menyimpan perasaannya pada Ratih dan tidak berani menyatakannya pada Ratih. Irwan pun tidak tahu sama sekali kabar Ratih.

dan suatu saat.
Ketika Irwan sedang mencari paket untuk disampaikan pada Ratih. Tetapi dia malah menemukan amplop untuk dirinya sendiri. Lalu dia membuka amplop secara perlahan dan mengeluarkan isinya. Isi dari amplop secarik kertas berwarna merah dengan hiasan di kertas itu. Ketika Irwan membaca isinya, tangis Irwan tak tertahankan, dia menyesali mengapa dia tidak berani menyatakan perasaannya dan sekarang sudah telat untuk menyatakannya.

---------------------------

maaf ya kalo jelek, dan ngerasa buang buang waktu .
masih pemula soalnya, dan sy akan terus belajar .

terima kasih . x)
Read More
design by : PT POS Indonesia (tapi bohong)